Fahmi Permana Hobi Rebahan - Cita cita menjadi sultan

HIPOTERMIA : Pengetahuan Para Pendaki Gunung Dan Penyakitnya

Hipotermia termasuk kondisi yang membutuhkan penanganan medis darurat. Dimana suhu tubuh mengalami penurunan dengan drastis dibawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh. Saat temperatur tubuh berada jauh di bawah titik normal, sistem persarafan dan fungsi organ lain dalam tubuh akan mulai terganggu. Apabila tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kegagalan sistem pernafasan dan sistem sirkulasi (jantung), dan akhirnya menyebabkan kematian. Situasi yang biasanya melanda pendaki gunung sehingga menyebabkan terkena hipotermia adalah Tidak mengenakan pakaian yang tepat saat mendaki gunung, Berada terlalu lama di tempat dingin, Mengenakan pakaian yang basah untuk waktu cukup lama, Suhu dingin yang terlalu rendah atau cuaca yang ekstrim.

Berdasarkan tingkat kecepatan oenurunan suhu tubuh  tubuh hipotermia dapat dibedakan menjadi:

  1. Hipotermia akut atau imersi. Kondisi ini terjadi apabila seseorang kehilangan panas tubuh secara mendadak dan sangat cepat, contohnya saat seseorang jatuh ke kolam yang dingin.
  2. Hipotermia akibat kelelahan. Pada kondisi yang terlalu lemah, tubuh tidak akan mampu menghasilkan panas, sehingga orang tersebut akan jatuh pada kondisi hipotermia.
  3. Hipotermia kronis. Jenis ini terjadi bila panas tubuh menghilang secara perlahan. Kondisi ini umum terjadi pada lansia yang tinggal di ruangan dengan kehangatan yang kurang.
  • GEJALA HIPOTERMIA

Gejala hipotermia sangat beragam dan terkadang sulit dikenali. Gejala yang muncul tergantung pada seberapa rendah suhu tubuh pengidapnya. Gejala-gejala hipotermia umumnya berkembang secara perlahan sehingga sering tidak disadari oleh pengidapnya. Orang yang mengalami hipotermia ringan akan menunjukkan gejala yang meliputi menggigil yang disertai rasa lelah, lemas, pusing, lapar, mual, kulit yang dingin atau pucat, dan napas yang cepat. Jika suhu tubuh terus menurun tubuh pengidap hipotermia biasanya tidak bisa memicu respons menggigil lagi. Ini mengindikasikan tingkat keparahan hipotermia sudah memasuki tahap menengah hingga parah. Pengidap serangan hipotermia tingkat menengah akan mengalami gejala-gejala berupa:

  1. Mengantuk atau lemas.
  2. Bicara tidak jelas atau bergumam.
  3. Linglung dan bingung.
  4. Kehilangan akal sehat, misalnya membuka pakaian meski sedang kedinginan.
  5. Sulit bergerak dan koordinasi tubuh yang menurun.
  6. Napas yang pelan dan pendek.
  7. Tingkat kesadaran yang terus menurun.

Apabila tidak segera ditangani, suhu tubuh akan makin menurun dan berpotensi memicu hiportemia yang parah.

Hipotermia yang parah ditandai dengan gejala-gejala berikut:

  1. Pingsan.
  2. Denyut nadi yang lemah, tidak teratur, atau bahkan sama sekali tidak ada denyut nadi.
  3. Pupil mata yang melebar.
  4. Napas yang pendek atau sama sekali tidak bernapas.
  1. CARA MENCEGAH HIPOTERMIA

Berikut beberapa tips untuk mencegah serangan hipotermia:

  1. Ketika melakukan pendakian bawalah peralatan dan perlengkapan sesuai dengan prosedure pendakian
  2. Hindari kontak dengan air secara langsung. Jika hujan turun segera kenakan jas hujan, walaupun hujan yang turun tidak terlalu lebat atau masih rintik-rintik. Hujan yang rintik inilah yang seringkali menjadi penyebab lalainya pendaki yang dengan gengsinya beresiko terserang hipotermia.
  3. Jangan pernah mendaki dengan menggunakan celana jeans! celana jeans akan sangat sulit kering jika terkena basah baik oleh keringat maupun air hujan.
  4. Jangan berlama-lama mengenakan pakaian basah, pakaian basah adalah faktor utama penyebab turunnya suhu tubuh. Segera ganti dengan pakaian yang kering.
  5. Pastikan tidur dalam kondisi yang hangat, minimal tidak kedinginan. Alasi alas tidur dengan matras, gunakan sleeping bag, lapis tubuh dengan jaket tebal berbahan polar didalamnya, gunakan kupluk, double kaos kaki, juga pakai sarung tangan polar. Pastikan tidur anda nyaman dan aman dari hawa dingin.
  • CARA MENGATASI HIPOTERMIA

Mengatasi penderita hipotermia dibedakan berdasar kondisi penderita, penderita dalam keadaan sadarkan diri atau dalam keadaan tidak sadarkan diri.

  1. Penderitan dalam keaadaan sadarkan diri.
  2. Ganti baju basah, dengan baju kering. Seperti disebutkan diatas, pakaian dalam keadaan basah lah yang bisa menjadi faktor utama serangan hipotermia datang. Ganti segera baju dan celana yang basah dengan pakaian yang kering nan hangat. Ganti secara perlahan, harus hati-hati karena tubuh penderita sangat rentan dengan goncangan.
  3. Kasih minuman hangat, Minuman yang hangat akan membantu tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh yang hilang. Contohnya coklat hangat atau teh hangat.
  4. Kasih makanan berkalori tinggi, dalam usaha menyeimbangkan suhu tubuhnya manusia membutuhkan kalori yang tinggi, karena itu sangat disarankan penderita dibantu untuk mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat dan minuman manis lainnya.
  5. Ajak bergerak, Jika kondisi sudah membaik, penderita sudah mulai merasakan hangat di tubuhnya. Selanjutnya ajak penderita untuk bergerak, ajaklah ia berolahraga kecil agar tubuhnya maksimal dalam menghasilkan suhu tubuh. Tapi ingat jangan sampai membuat penderita terlalu lelah dan mengeluarkan keringat, karena jika berkeringat maka akan membuat pakaiannya basah dan bisa menimbulkan dingin datang kembali.
  6. Buat api unnggun di sekitar, usaha terakhir anda bisa membuat api unggun di sekitar guna menangkis udara dingin sekitar. Pastikan api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan sekitar tenda.
  1. Penderita dalam keadaan tidak sadarkan diri
  2. Ganti baju basah dengan perlahan, pertama ganti bajunya yang basah perlahan, ganti dengan pakaian yang kering.
  3. Masukkan kedalam sleeping bag, jika sudah diganti dengan baju yang kering kemudian masukkan penderita kedalam sleeping bag dan lapisi dengan lapisan yg hangat, seperti jaket dan juga selimut, atau bila ada bungkus dulu dengan alumunium foil.
  4. Apabila masih belum terlihat ada perkembangannya buka bajunya peluk tubuhnya kulit ketemu kulit, kulit ketemu kulit, dipercaya atau tidak ini akan membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh.
  5. Upayakan agar penderita segera sadarkan diri, tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara, sebut namanya terus hingga ia sadarkan diri.
  6. Jika sudah sadarkan diri lakukan penanganan seperti point diatas “penanganan saat penderita dalam kondisi sadarkan diri”.
Hipotermia adalah kebalikan dari hipertermia yang hadir dalam panas kelelahan dan panas stroke.

Klasifikasi
Suhu tubuh normal pada manusia adalah. Hipotermia didefinisikan sebagai setiap suhu tubuh yang di bawah ini. Dibagi menjadi empat derajat yang berbeda, ringan; moderat, parah, dan mendalam pada kurang dari. Ini adalah berbeda dengan hipertermia dan demam yang didefinisikan sebagai temperatur dubur lebih besar dari.

Lain cedera yang berhubungan dengan dingin yang dapat sekarang baik sendiri atau dalam kombinasi dengan hipotermia meliputi:

  • Bengkak karena kedinginan yang dangkal ulcers kulit yang terjadi ketika seorang individu yang cenderung berulang kali terkena dingin.
  • Frostbite melibatkan beku dan kerusakan jaringan.
  • Parit kaki atau Pencelupan kaki ini disebabkan oleh paparan berulang basah, non-beku suhu. Dingin diuresis, mental kebingungan, hiperglikemia, serta hepatic disfungsi mungkin juga ada.

Moderat
Suhu tubuh hasil di menggigil menjadi lebih kekerasan. Otot mis-coordination menjadi jelas. Gerakan lambat dan bekerja, disertai dengan kecepatan tersandung dan ringan kebingungan, walaupun korban mungkin tampak waspada. Permukaan pembuluh darah kontrak lebih lanjut sebagai badan berfokus sumber daya yang tersisa pada menjaga organ-organ vital yang hangat. Korban menjadi pucat. Bibir, telinga, jari tangan dan kaki dapat menjadi biru.

Parah
Suhu tubuh tetes di bawah sekitar menggigil berhenti. Kesulitan untuk berbicara, berpikir lamban dan amnesia mulai muncul; ketidakmampuan untuk menggunakan tangan dan tersandung ini juga biasanya hadir. Proses metabolisme selular ditutup. Di bawah ini, terkena kulit menjadi biru dan bengkak, koordinasi otot menjadi sangat miskin, berjalan menjadi hampir mustahil, dan korban pameran perilaku tidak koheren/irasional termasuk menggali terminal atau bahkan pingsan. Harga pulsa dan respirasi penurunan yang signifikan, tapi cepat detak jantung (ventrikel tachycardia, jantung) dapat terjadi. Organ utama gagal. Klinis kematian terjadi. Karena kegiatan penurunan selular dalam tahap 3 hipotermia, tubuh akan benar-benar memakan waktu lebih lama untuk menjalani otak kematian.

Suhu menurun lebih lanjut fisiologis sistem falter dan denyut jantung, kecepatan pernapasan dan tekanan darah semua berkurang.

Kondisi kulit
Sejumlah kondisi kulit mungkin dikaitkan dengan hipotermia atau dapat terjadi dengan suhu tubuh normal. Ini termasuk: cryopedis dan frostbite.

Paradoks undressing
Dua puluh lima persen dari hipotermia kematian terkait dengan undressing paradoks. Ini biasanya terjadi selama moderat hipotermia parah, sebagai orang menjadi bingung, bingung, dan agresif. Mereka mungkin mulai membuang pakaian mereka, yang, pada gilirannya, meningkatkan tingkat hilangnya panas.

Penyelamat yang dilatih dalam teknik-teknik kelangsungan hidup gunung diajar untuk mengharapkan ini, namun, beberapa mungkin menganggap salah bahwa korban perkotaan hipotermia telah mengalami pelecehan seksual.

Satu penjelasan untuk efek ini adalah kerusakan diinduksi dingin hipotalamus, bagian dari otak yang mengatur suhu tubuh. Penjelasan lain adalah bahwa otot-otot kontraktor pembuluh darah periferal menjadi lelah (dikenal sebagai hilangnya vasomotor nada) dan santai, menuju ke gelombang tiba-tiba darah (dan panas) ekstremitas, membodohi orang merasa terlalu hangat. Oleh karena itu jumlah yang mendasari kondisi peningkatan yang risiko termasuk: kondisi yang mempengaruhi penilaian (hipoglikemia), ekstrem usia, jenis kelamin laki-laki miskin kondisi medis yang kronis, pakaian (seperti hypothyroidism dan sepsis), penyalahgunaan zat (etanol khusus memproduksi perifer vasodilasi) yang incapacitates dan lebih cepat mengarah ke suhu tubuh equilibrating dengan lingkungan, tunawisma, dan hidup di lingkungan yang dingin.

Hal ini juga sering terjadi trauma utama. Konsumsi alkohol meningkatkan risiko menjadi hipotermia melalui tindakan sebagai vasodilator. Meningkatkan aliran darah ke tubuh ekstremitas, membuat orang ” merasa ” hangat, sambil meningkatkan hilangnya panas.

Air
Hipotermia terus menjadi pembatas utama untuk menyelam dalam air dingin. Suhu air yang akan cukup masuk akal sebagai suhu udara luar dapat mengakibatkan hipotermia. Suhu air sering menyebabkan kematian dalam satu jam, dan suhu air yang melayang-layang di beku dapat mengakibatkan kematian sebagai hanya 15 menit. Air pada suhu dapat setelah lama terpaparkan mengakibatkan hipotermia.

Avatar
Fahmi Permana Hobi Rebahan - Cita cita menjadi sultan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *